Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

KESELARASAN AL-QUR'AN DAN HADIS DENGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN

 


KESELARASAN AL-QUR'AN DAN HADIS DENGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN
Oleh : Ahmad Hafidz*
(Kepala PAC Badan Ansor Anti Narkoba Kecamatan Pragaan)


Judul : Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah
Penulis : Dr. Zakir Naik
Penerbit         : Aqwam
Terbit : 2016
Cetakan     : Kedua, Januari 2016 M


Dalam buku Studi Ilmu-Ilmu A-Qur’an telah disebutkan bahwa al-Qur’anul Karim adalah adalah mukjizat islam yang kekal dan mukjizatnya selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah Saw, untuk mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap menuju yang terang, serta membimbing mereka ke jalan yang lurus.

Al-Qur’an bukanlah sebuah buku ilmu pengetahuan tetapi kitab yang berisi tanda-tanda, dalam bentuk ayat-ayat. Didalam al-Qur’an terdapat lebih dari 6.000 tanda. Dan saat ini sudah lebih dari 1.000 tanda yang selaras dengan ilmu pengetahuan modern.

Didalam buku tulisan Zakir Naik ini yang berjudul “Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah” dengan tebal halaman 224, telah memaparkan kesesuain atau keselerasan al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan modern. Tidak hanya al-Qur’an saja, sabda-sabda Rasulullah juga termaktub didalamnya, terdapat juga keselarasan akan perkaataan beliau dengan pengetahuan ilmu modern.

Kita ketahui bersama bahwa sains adalah sesuatu yang terus mengalami perkembangan. Dalam ilmu astronomi tentang penciptaan alam semesta, ini telah dijelaskan para ahli astrofisika dengan teori “Big Bang”. Menurutnya teori “Big Bang” ini adalah seluruh alam semesta pada awalnya berbentuk satu massa yang besar (Nabula Primer). Kemudian terjadi “Bing Bang” (Ledakan Pemisah Sekunder) yang mengakibatkan pembentukan galaksi. Kemudian, terbentuk dan terbagi dalam bentuk, bintang, planet, matahari, bulan, dan lain-lain. Berkenaan dengan fakta ini al-Qur’an telah berbicara dalam ayatnya.

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ ٣٠

Artinya: “Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman?” (QS. Al-Anbiya’: 30)

Menurut penulis (hlm. 13) Inilah kehebatan al-Qur’an kitab suci yang muncul pada 1.400 tahun silam lamanya mengandung kebenaran ilmiah, tidak dapat dielakkan lagi kesesuaian antar al-Qur’an dan teori “Big-Bang”.

Tidak hanya tentang penciptaan alam semesta, terdapat pula tentang sejumlah gas sebelum pembentukan galaksi, bentuk bola bumi, sinar rembulan merupakan pantulan cahaya, matahari berputar, matahari akan padam setelah periode tertentu, kehadiran materi antar bintang, dan tentang alam semesta terus berkembang. Dijelaskan semuanya ini salah satu bukti kesesuaian dengan ayat-ayat al-Qur’an yang muncul pada 1.400 tahun dengan ilmu modern saat ini.

Tentang siklus air dalam ilmu geografi. Pada tahun 1508, Bernard Palissy adalah orang yang pertama yang menemukan konsep siklus air . Ia menggambarkan bagaiman air menguap dari lautan kemudian mendingin dan membentuk awan, awan bergererak kedaratan, mengembun dan jatuh menjadi hujan. Air ini berkumpul kembali di danau, sungai, dan mengalir ke laut dalam siklus yang terus menerus berputar. Siklus air ini terdapat dala ayat al-Qur’an.

وَمِنْ اٰيٰتِه يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَيُحْيٖ بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ ٢٤

Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan)-Nya ialah bahwa Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan. Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti”. (QS. Ar-Rum: 24)

Menurut penulis (hlm. 29) Tidak ada satupun teks sejak 1.400 tahun lalu yang memberikan penjelasan gamblang sesuai fakta ilmiah mengenai siklus air, kecuali dalam al-Qur’an.

Selanjutnya saya akan paparkan secara singkat. Dalam ilmu geologi penulis juga memaparakan suatu kejadian ilmu modern yang sesuai dengan al-Qur’an, tentang pegunungan ibarat pasak (Pancang), pegunungan menancap dengan kuat. Ilmu Oseonoligi, dijelaskan tentang, Penghalang air asin dan tawar, kegelapan di kedalam laut. Dan dalam Ilmu biologi, terdapat penjelasan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Ilmu tumbuhan, dijelaskan bahwa tumbuhan dan buah-buahan diciptakan berpasang-pasangan jantan dan betina. Ilmu Zoologi terdapat penjelasan tentang hewan dan burung hidup dalam sebuah komunitas, perilaku terbang burung, tarian lebah, jaring laba-laba, gaya hidup dan komunikasi semut. Dalam Ilmu obat-obatan, mengungkapkan bahwa madu kaya zat penyembuh. Ilmu fisiologi, tentang sirkulasi darah dan produksi susu. 

Begitu juga dalam Ilmu Embriologi, dibahas lengkap yang sesuai dengan ayat al-Qur’an, mulai dari ‘Alaq (Substansi mirip lintah), manusia diciptakan dari mani yang dipancarkan dari antara tulang belakang dan tulang rusuk, manusia diciptakan dari nutfah, manusia diciptakan dari Sulalah (Saripati tana), Manusia diciptakan dari Nuffatin Amshaaj (Cairan yang bercampur), pemenuhan jenis kelamin, janin yang dilindungi 3 lapis kegelapan, tahap embrio, embrio sebagian terbentuk dan sebagian belum terbentuk, indera pendengaran dan penglihatan.

Di bab terakhir pada Miracles of Al-Qur’an tentang pengetahuan umum, mulai dari pembahasan sidik jari, reseptor rasa sakit di kulit, gunung pelangi di China, Awan Cumulonimbus dalam al-Qur’an.

Menurut penulis semua diatas ini adalah salah satu bukti-bukti ilmiah yang yang ada dalam al-Qur’an yang sangat jelas. Tidak mungkin ada manusia dari zaman 1.400 tahun silam mampu menghasilkan sebuah buku yang berisi fakta-fakta ilmiah secara mendalam. Akhirnya fakta itu ditemukan umat manusia berabad-abad kemudian. Menurutnya, untuk menjelaskan adanya fakta sains yang secara kebetulan sama dengan al-Qur’an, maka harus dibandingkan dengan pengertian umum validitas penelitian tersebut.

Selanjutnya penulis juga memaparkan apa yang disampaikan Rasulullah SAW, pada 1.400 tahun lalu yang kebenarannya hari ini sangat sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Kita lihat saja perkataan Rasulullah SAW tentang bintang-bintang yang melindungi langit. Terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnad nya. Dari Salamah bin Al-Akwa’ bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Bintang-bintang adalah sumber keamanan bagi langit dan ketika bintang-bintang menghilang maka datanglah kepada langit , (bernasib sama) apa yngan telah dijanjikan (masuk ke dalam kegelapan). Aku adalah sumber keselamatan dan keamanan para sahabatku dan ketika aku pergi, akan menimpa mereka apa yang telah dijanjikan. Dan para sahabatku adalah sumber keamanan untuk umatku dan jika mereka pergi maka akan menimpa umatku apa yang telah dijanjikan.” (HR. Muslim)

Menurut penulis bahwa hadis ini dinilai oleh As-Suyuti sebagai hadis hasan dan al-Munawi menyebutkan. Ia juga menjelaskan bahwa hilangnya bintang berarti bintang tersebut musnah dan tersebar, dan langit akan terbelah, pecah berkeping keping, berputar-putar kemudian berubah menjadi logam cair dan mengeluarkan banyak asap.

Fakta-fakta ini baru ditemukan pada abad ke-20, sedangkan Rasulullah menyatakan hal tersebut lebih dari 1.400 tahun yang lalu tatkala orang-orang kala itu tenggelam dalam lautan kebodohan, kegelapan, mitos, dan tahayyul. Ini benar-benar ajaib. Kita tidak bisa menjelaskan hal tersebut kecuali mengakui hubungan antara Rasulullah dan Tuhannya melalui Wahyu Ilahi. (hlm 112-113)

Menjadi suatu kelebihan bagi buku ini, penulis telah mampu memetakkan kesesuain al-Qur’an dan hadis dengan ilmu pengetahuan modern saat ini dengan menjadikan bagian tersendiri. Pada pembahasan pertama keselarasan al-Quran dengan ilmu pengertahuan modern, yang dibahas adalah, ilmu astronomi, fisikia, geografi, geologi, biologi, embriologi dan lain-lain. Pada pembahasan kedua keselarasan sabda Rasulullah dengan ilmu pengetahuan modern, pembahasannya meliputi, keajaiban ilmiah yang penuh berkah, seluruh anggota tubuh akan hancur kecuali tulang ekor, bintang-bintang melindungi langit, gerhana bulan, matahari terbit dari barat, dan lain-lain. Ini semua dapat meudahkan para pembaca untuk lebih memahami penjelasan mana al-Qur’an dan mana Hadis. Dengan desain yang begitu mapan, gambar semuanya telah full color, membawa pembaca seakan-akan berada pada fantasi yang menunjukkan keindahan dan kesempurnaannya, dengan itu pembaca dipaksa untuk percaya dan idealis.

Dan tentu tidak yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah semata, catatan kekurangan dalam buku ini penulis hanya menjelaskan ayat-ayat yang seleras dengan ilmu pengetahuan modern, alangkah baiknya jika ada penjelasan asbabun nuzul ataupun tafsiran dari ayat-ayat yang telah disajikan, dan untuk desain sudah lumayan, tapi hanya gambar yang full color, sedangkan kertanya masih menggunakan yang biasa. Akan lebih memantapkan pembaca jika kertas yang digunakan kertas glossy agar seseuai dengan gambar yang full color, seperti halnya buku-buku ensiklopedia. Saya ambil contoh bukunya Dr. Muhammad Syafii Antoni yang berjudul “Leadership & Manajemen Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager” yang diterbitkan oleh Tazkia Publishing, Mungkin untuk cetakan selanjutnya bisa diperbaiki segala kekurangan yang ada.

*Kepala PAC Badan Ansor Anti Narkoba Kecamatan Pragaan

Posting Komentar untuk "KESELARASAN AL-QUR'AN DAN HADIS DENGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN"